Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Kominda) Provinsi Nusa Tenggara Barat membahas perkembangan situasi global, nasional, dan daerah dalam rapat rutin di Mataram, Kamis (15/10/2026). Pertemuan ini menekankan pentingnya menjaga keamanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dalam pembahasan tersebut, keamanan tidak hanya dipandang sebagai kondisi tanpa gangguan, tetapi juga mencakup kenyamanan masyarakat saat bekerja, berusaha, memperoleh pelayanan publik, dan menyampaikan aspirasi.
Sejumlah Isu Strategis Menjadi Perhatian
Rapat membahas berbagai persoalan yang berpengaruh terhadap kondisi daerah, di antaranya:
- Evaluasi penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.
- Ketersediaan kebutuhan pokok dan bahan bangunan.
- Ancaman kekeringan terhadap sektor pertanian.
- Ketepatan penyaluran bantuan sosial.
- Dinamika persoalan sosial dan pelaksanaan program strategis pemerintah.
- Keselamatan pengunjung, perlindungan konsumen, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal dalam penyelenggaraan acara besar.
Pertukaran informasi antarlembaga diarahkan untuk menyamakan pemahaman, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap persoalan ditangani sesuai tugas dan kewenangan masing-masing instansi.
Komunikasi Publik Harus Akurat dan Terkoordinasi
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menekankan perlunya komunikasi publik yang cepat, akurat, terverifikasi, dan terkoordinasi.
Menurutnya, informasi yang berkembang di masyarakat perlu direspons dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan dan klarifikasi yang proporsional. Jika suatu isu berawal dari persoalan nyata, komunikasi pemerintah juga harus disertai penyelesaian oleh instansi yang berwenang.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang jelas sekaligus kepastian bahwa persoalan yang mereka hadapi mendapat perhatian.
Kerukunan dan Deteksi Dini Diperkuat
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB, Drs. H. Surya Bahari, menyoroti pentingnya menjaga keharmonisan masyarakat melalui sikap saling menghormati, komunikasi terbuka, dan kedewasaan dalam menghadapi perbedaan.
Ia menekankan bahwa pemeliharaan kondisi daerah yang kondusif perlu tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Persoalan yang muncul diharapkan diselesaikan melalui dialog dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Direktur Intelkam Polda NTB, Kombes Pol. Budi Wahyono, memaparkan perkembangan keamanan dan ketertiban masyarakat serta isu-isu yang memerlukan perhatian bersama. Ia menekankan pentingnya deteksi dini, pertukaran informasi, komunikasi dengan pemangku kepentingan, dan koordinasi lintas sektor secara profesional serta proporsional.
Libatkan Berbagai Instansi
Rapat diikuti unsur Kominda dari berbagai instansi, antara lain Bakesbangpoldagri NTB, Polda NTB, Korem 162/Wira Bhakti, Kejaksaan Tinggi NTB, Lanal Mataram, Direktorat Jenderal Pajak, Bea Cukai Mataram, Lanud Zainuddin Abdul Madjid, Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, serta unsur terkait lainnya.
Melalui koordinasi dan pertukaran informasi yang konsisten, Kominda NTB mendorong penanganan persoalan secara tepat agar kondisi daerah tetap aman dan harmonis. Upaya tersebut diharapkan mendukung masyarakat untuk bekerja, berusaha, berinteraksi, dan berkontribusi dalam pembangunan dengan rasa aman.