Jambore Nasional (Jamnas) Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI) ke-4 Tahun 2026 berlangsung di Hotel Lombok Garden, Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 19–21 September 2026.
Kegiatan tersebut dibuka Ketua Umum DPP APWI Dr. Ir. Sugihardjo, M.Si., pada Sabtu (19/9/2026). Pembukaan diawali dengan Tari Tembolak Beak sebagai tarian penyambutan bagi peserta dari berbagai daerah.
Mengangkat tema “Widyaiswara sebagai Penggerak Inovasi dan Kinerja ASN Unggul untuk Birokrasi Adaptif dan Berdaya Saing Global Menuju Indonesia Emas 2045,” Jamnas APWI IV menjadi ruang untuk membahas peran widyaiswara di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi, dan tuntutan publik.
Diikuti 114 Peserta dan 170 Karya
Jamnas APWI IV diikuti 114 peserta dengan membawa 170 karya inovasi dan kreativitas. Dari jumlah tersebut, 63 peserta hadir secara luring dengan 99 karya, sementara 52 peserta mengikuti kegiatan secara daring dengan 71 karya.
Rangkaian kegiatan juga didahului Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional Widyaiswara. Sebanyak 101 artikel dan naskah masuk dalam kegiatan tersebut, dengan 98 naskah dinyatakan lolos seleksi.
Ketua Umum DPP APWI Dr. Ir. Sugihardjo, M.Si., menekankan bahwa perubahan teknologi dan digitalisasi membuat widyaiswara perlu memperluas perannya. Widyaiswara didorong tidak hanya menjadi pengajar konvensional, tetapi juga berperan sebagai agen pembelajar dan katalisator inovasi untuk meningkatkan kapasitas ASN.
Wagub NTB Dorong Gagasan Diterapkan
Makna pelaksanaan Jamnas kemudian diperkuat dalam Gala Dinner yang berlangsung pada Sabtu malam di Hotel Lombok Garden. Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.I.P., hadir menyambut peserta dan pengurus APWI.
Wagub yang akrab disapa Umi Dinda menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah bukan sekadar menyediakan tempat. NTB juga ingin membuka ruang untuk berbagi gagasan, bertukar pengalaman, membangun jejaring, dan melahirkan kerja bersama.
Menurutnya, perubahan teknologi menuntut pemerintah bekerja semakin cepat, namun tetap perlu memperhatikan ketepatan, sisi kemanusiaan, integritas, dan keberpihakan kepada masyarakat.
Dalam konteks tersebut, widyaiswara dinilai memiliki posisi strategis dalam membantu aparatur memahami perubahan yang terjadi dan mempersiapkan organisasi untuk meresponsnya.
Wagub berharap hasil Jamnas tidak berhenti selama tiga hari pelaksanaan. Gagasan dan praktik baik yang diperoleh peserta diharapkan dapat dibawa kembali ke tempat kerja dan dikembangkan di daerah masing-masing.
“Bawa pulang gagasannya, bawa pulang praktik baiknya, bawa pulang jejaringnya, dan yang paling penting, bawa pulang semangat untuk melakukan perubahan,” pesan Wagub.
Sumber: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (KominfotikNTB)