Wamendikdasmen Fajar Ajak Pelajar Pulau Penawar Rindu Terus Belajar

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq mengajak pelajar di Pulau Penawar Rindu, Batam, mengisi kemerdekaan dengan belajar serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Wamendikdasmen Fajar Ajak Pelajar Pulau Penawar Rindu Terus Belajar

BATAM — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengunjungi Pulau Belakang Padang yang dikenal sebagai Pulau Penawar Rindu, Kota Batam, Rabu (12/8). Dalam kunjungan tersebut, Fajar membuka kegiatan gerak jalan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Selain membuka kegiatan, Fajar menyampaikan pesan kepada para pelajar agar memaknai kemerdekaan dengan bersungguh-sungguh belajar dan menguasai ilmu pengetahuan.

Fajar mengapresiasi pemerintah kecamatan dan masyarakat yang menggelar berbagai kegiatan untuk menyambut bulan kemerdekaan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan perlombaan atau persoalan menang dan kalah, tetapi juga menjadi momentum membangun semangat dan kegembiraan bersama.

Pulau Penawar Rindu Disebut Teras Depan Indonesia

Saat berada di Pulau Penawar Rindu, Fajar menyoroti posisi wilayah tersebut yang berhadapan langsung dengan Singapura. Ia menyebut pulau itu sebagai teras depan Republik Indonesia.

“Bolehlah nama tempat ini di Belakang Padang. Tetapi sesungguhnya Pulau Penawar Rindu ini adalah teras depannya Republik Indonesia,” ujarnya.

Fajar mengatakan anak-anak yang tinggal di Pulau Penawar Rindu turut mewakili wajah Indonesia. Karena itu, ia mendorong mereka memiliki kebanggaan terhadap bangsa dan menunjukkan patriotisme.

Menurutnya, posisi wilayah yang berhadapan langsung dengan negara lain juga menjadi alasan penting bagi generasi muda untuk memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

Belajar Jadi Cara Mengisi Kemerdekaan

Fajar mengajak para pelajar memaknai perjuangan kemerdekaan sesuai dengan tantangan zaman. Jika para pahlawan dahulu berjuang menggunakan bambu runcing dan senjata seadanya, generasi sekarang memiliki cara berbeda untuk membuktikan dan mempertahankan kemerdekaan.

“Kalau dulu mengangkat bambu runcing, kalau sekarang mengangkat pena,” ucapnya kepada peserta gerak jalan.

Menurut Fajar, mengangkat pena dimaknai sebagai kesungguhan dalam belajar dan menguasai ilmu pengetahuan. Di tengah penggunaan tablet dan telepon seluler, ia mengingatkan generasi muda tetap perlu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Indonesia bagi generasi mendatang perlu dipersiapkan sejak sekarang. Kemampuan menguasai ilmu pengetahuan disebut menjadi salah satu kunci agar generasi berikutnya dapat terus membangun dan mempertahankan kemerdekaan.

Ikuti Senam Anak Indonesia Hebat

Dalam rangkaian kunjungannya, Fajar juga mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat bersama anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengenalan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Dalam interaksi bersama anak-anak, Fajar mengajak mereka memahami tujuan dari pembiasaan tujuh kebiasaan tersebut. Anak-anak menyebutkan beberapa tujuan kebiasaan itu, antara lain agar mereka menjadi sehat, kuat, dan berani.

Fajar juga menegaskan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan saat 17 Agustus, tetapi perlu dijaga sepanjang tahun. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kecamatan, guru, orang tua, tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang turut memeriahkan rangkaian kegiatan kemerdekaan di Pulau Belakang Padang.

Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), diterbitkan 14 Agustus 2026.

#Pendidikan