SNT 16 Tebo Tanamkan Makna Kemerdekaan melalui Pendidikan

Siswa SNT 16 Tebo mengikuti upacara, karnaval, dan berbagai perlombaan HUT Kemerdekaan sekaligus belajar tentang pendidikan berkeadilan, disiplin, dan tanggung jawab.

SNT 16 Tebo Tanamkan Makna Kemerdekaan melalui Pendidikan

TEBO — Siswa Sekolah Negeri Terintegrasi (SNT) 16 Tebo, Jambi, memaknai kemerdekaan tidak hanya melalui upacara, karnaval, dan perlombaan. Momentum Hari Kemerdekaan juga dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pendidikan untuk mengenalkan nilai keadilan, tanggung jawab, serta penghargaan terhadap perjuangan bangsa.

Pada peringatan Hari Kemerdekaan tahun ini, siswa SNT 16 Tebo mengikuti upacara bendera di lapangan Kantor Bupati Tebo bersama Bupati Tebo. Mereka juga mengikuti karnaval dan berbagai perlombaan untuk merasakan suasana perayaan kemerdekaan bersama masyarakat.

Pendidikan Berkeadilan Jadi Bagian dari Makna Kemerdekaan

Kepala SNT 16 Tebo, Memolo, mengatakan berbagai kegiatan tersebut menjadi cara sekolah menghadirkan suasana kemerdekaan yang dapat dirasakan langsung oleh siswa.

“Kami melakukan upacara bendera di lapangan bersama Bupati Tebo, mengikuti karnaval, dan lomba-lomba 17-an. Maknanya untuk memeriahkan kemerdekaan,” jelas Memolo.

Menurut Memolo, kemerdekaan juga perlu dikenalkan melalui pendidikan yang dekat dengan kehidupan siswa. Ia menyebut pendidikan yang berkeadilan dan kebebasan mengemukakan pendapat sebagai bagian dari nilai kemerdekaan.

“Nilai kemerdekaan adalah melaksanakan pendidikan yang berkeadilan serta dalam mengemukakan pendapat,” ungkapnya.

Jarak Tempuh Jadi Tantangan Siswa

Dalam kesehariannya, sebagian siswa SNT 16 Tebo harus menempuh perjalanan cukup panjang menuju sekolah. Dari rumah menuju titik transit, mereka membutuhkan waktu lebih dari satu setengah jam menggunakan bus.

Kondisi tersebut membuat sekolah perlu melakukan persiapan dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung kegiatan siswa.

“Kami melakukan rapat internal, koordinasi dengan berbagai pihak untuk memfasilitasi murid kami karena jarak rumah murid ke tempat transit lebih dari 1,5 jam naik bus, sehingga melibatkan banyak pihak,” jelas Memolo.

Meski menghadapi perjalanan panjang, siswa tetap memiliki ruang untuk belajar dan mengikuti berbagai kegiatan bersama teman-temannya. Nilai kemerdekaan juga diarahkan untuk tumbuh melalui kebiasaan menjalankan tanggung jawab di sekolah.

“Siswa berusaha untuk disiplin dan bertanggung jawab dalam melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya,” kata Memolo.

Upacara Menumbuhkan Patriotisme

Pengalaman mengikuti upacara juga menjadi bagian dari proses siswa memahami arti kemerdekaan. Mereka dapat melihat secara langsung kakak-kakak mereka yang bertugas sebagai anggota Paskibra di lapangan.

Menurut Memolo, pengalaman tersebut diharapkan menumbuhkan nilai patriotisme sekaligus kesadaran untuk mensyukuri kemerdekaan.

“Dengan mengikuti kegiatan upacara dan melihat kakak-kakak menjadi petugas Paskibra di lapangan, saya yakin tumbuh nilai patriotisme dan kesadaran untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan pada murid,” tuturnya.

Bagi siswa SNT 16 Tebo, kemerdekaan dikenalkan melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka. Pendidikan berkeadilan, keberanian mengemukakan pendapat, kedisiplinan, dan tanggung jawab menjadi bagian dari nilai yang ditanamkan dalam memaknai kemerdekaan.

Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), diterbitkan 19 Agustus 2026.

#Pendidikan