SNT 10 Kupang Resmi Beroperasi, Murid Didorong Kembangkan Talenta

Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 10 Kabupaten Kupang resmi memulai layanan pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027 dengan fokus pada pengembangan bakat dan minat murid.

SNT 10 Kupang Resmi Beroperasi, Murid Didorong Kembangkan Talenta

KUPANG — Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 10 Kabupaten Kupang resmi memulai layanan pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan awal ditandai dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah bagi para murid.

SNT 10 Kupang hadir sebagai bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendekatkan layanan pendidikan bermutu kepada anak-anak di daerah. Sejak awal, murid diarahkan untuk mengenali dan mengembangkan minat, bakat, serta potensi melalui proses pembelajaran dan kegiatan sekolah.

Potensi Murid Dipetakan Sejak Awal

Kepala SNT 10 Kupang, Ivan Rahas, mengatakan ketertarikannya memimpin sekolah tersebut tidak lepas dari pengalaman mengajar di Korea Selatan melalui program Indonesian-Korean Teacher Exchange (IKTE).

Menurut Ivan, pengalaman tersebut memberinya kesempatan melihat penerapan teknologi dan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sports (STEAMS) yang dipadukan dengan penanaman karakter berbasis kearifan lokal.

“Ketertarikan saya bergabung dengan SNT 10 Kabupaten Kupang berakar kuat dari refleksi mendalam atas pengalaman mengajar saya di IKTE. Selama program tersebut, saya melihat langsung bagaimana sistem pendidikan berkelas dunia berhasil mengawinkan teknologi mutakhir dan pendekatan STEAMS menanamkan nilai karakter berbasis kearifan lokal,” ungkap Ivan.

Terinspirasi dari pengalaman tersebut, sekolah akan melakukan asesmen awal untuk memetakan bakat dan minat setiap murid sejak masuk.

Hasil pemetaan akan menjadi dasar pengembangan kegiatan ekstrakurikuler di bidang seni, olahraga, sains, dan keagamaan. Sekolah juga membuka peluang kelas kolaborasi internasional dengan negara lain, termasuk Korea Selatan.

“Saya ingin SNT 10 Kabupaten Kupang menjadi rumah belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa. Semoga sekolah ini terus berkembang, meraih banyak prestasi, serta melahirkan alumni yang membanggakan bagi keluarga dan daerah Kabupaten Kupang,” ucap Ivan.

Murid Antusias Mengikuti MPLS

Pelaksanaan MPLS di SNT 10 Kupang mendapat dukungan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Nusa Tenggara Timur dan Pemerintah Kabupaten Kupang.

Pada hari pertama, murid mengikuti sejumlah kegiatan, mulai dari upacara pembukaan dan penyambutan, pengenalan lingkungan serta fasilitas sekolah, hingga pengenalan guru dan tenaga kependidikan.

Murid juga mendapatkan sosialisasi tata tertib dan program kurikulum serta mengikuti permainan edukatif untuk membangun kerja sama.

Guru IPAS SNT 10 Kupang, Dian Ahmad Sasmito, mengatakan antusiasme murid menjadi salah satu hal yang menonjol selama MPLS. Murid dinilai berani bertanya dan menjawab pertanyaan serta mulai menunjukkan semangat dan disiplin sejak hari pertama.

“Hal menarik dari sisi murid, mereka percaya diri dengan bakat dan kepercayaan diri mereka dengan aktif menjawab ataupun bertanya. Semangat dan disiplin juga sudah terbentuk di SNT 10 Kupang,” kata Ahmad.

Untuk mengenali potensi murid, tim pendidik melakukan asesmen diagnostik, observasi langsung, serta memperhatikan daya dukung orang tua.

Ahmad menyebut keberagaman bakat dan minat menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengembangan murid. Karena itu, kolaborasi menjadi bagian penting agar sekolah dapat memberikan layanan yang sesuai dengan perkembangan masing-masing murid.

“Tentunya perbedaan bakat minat murid menjadi tantangan dalam proses pengembangan, sehingga bagaimana mengembangkan potensi yang beragam akan menjadi tantangan. Namun dengan kolaborasi yang baik sekolah SNT 10 Kupang akan memberikan layanan yang baik dalam perkembangan bakat dan minat,” tuturnya.

Bagian dari Pengembangan Generasi Emas 2045

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan penyelenggaraan SNT merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun sumber daya manusia unggul menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

Menurut Abdul Mu’ti, dimulainya layanan SNT pada Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi bagian penting dalam perjalanan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.

“Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan salah satu model pendidikan khusus yang kita kembangkan sebagai penjabaran dari Instruksi Presiden yang telah diterbitkan oleh Bapak Presiden dan sebagai bagian dari usaha besar bangsa Indonesia untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi sejarah baru karena mulai dilaksanakan pada tahun ajaran 2026/2027,” tutup Abdul Mu’ti.

Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), diterbitkan 14 Agustus 2026.

#Pendidikan