JAKARTA, MbojoNow — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkenalkan platform Rumah Pendidikan kepada guru dan murid melalui program Sapa Sekolah. Kegiatan ini bertujuan memperluas pemanfaatan sumber belajar digital dan mendukung pembelajaran yang lebih interaktif di sekolah.
Program yang dilaksanakan melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) tersebut salah satunya berlangsung di SMA Negeri 38 Jakarta. Guru dan murid diperkenalkan dengan sejumlah fitur Rumah Pendidikan, terutama Ruang Murid yang menyediakan berbagai materi dan konten pembelajaran digital.
Salah satu peserta, Luthfi Khalishi, murid kelas XI-1 SMA Negeri 38 Jakarta, mengaku terbantu dengan kehadiran platform tersebut. Sebelumnya, ia kerap kesulitan menemukan sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.
“Pengalaman saya menggunakan fitur-fiturnya sangat menyenangkan karena kami jadi lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Apalagi saya termasuk orang yang mudah memahami materi melalui hal-hal interaktif, seperti permainan dan video pembelajaran,” ungkap Luthfi.
Putri Teratai, murid kelas XI-6, juga menyambut baik pengenalan Rumah Pendidikan. Ia menyukai materi berbentuk video karena dilengkapi ilustrasi yang membantu memahami pelajaran.
Sementara itu, Tsabita Sakhir, murid kelas XI-4, tertarik pada metode pembelajaran interaktif yang memungkinkan komunikasi dua arah. Menurutnya, metode tersebut memberi kesempatan kepada murid untuk bertanya dan memperoleh penjelasan tambahan saat menemui materi yang belum dipahami.
“Tadi penyampaian tentang Rumah Pendidikan seru banget. Saya senang karena bisa menambah wawasan dan menemukan cara belajar yang asyik untuk persiapan ujian tengah semester nanti,” tuturnya.
Guru Didorong Memanfaatkan Konten Digital
Rumah Pendidikan merupakan aplikasi terintegrasi yang menghimpun berbagai layanan pendidikan dalam delapan ruang, termasuk Ruang Murid dan Ruang GTK. Platform ini dirancang untuk mendukung kebutuhan pengguna di bidang pendidikan, termasuk menyediakan sumber belajar sesuai kebutuhan murid.
Dalam kegiatan Sapa Sekolah, peserta tidak hanya menerima penjelasan mengenai aplikasi, tetapi juga mencoba berbagai fitur melalui aktivitas interaktif dan permainan edukatif. Para guru turut memperoleh penguatan mengenai pemanfaatan konten digital dalam proses pembelajaran.
Luhung Priambodo, guru SMA Negeri 66 Jakarta yang mengikuti kegiatan tersebut, mengatakan bahwa kegiatan itu memberinya pemahaman lebih luas mengenai pemanfaatan Ruang Murid. Ia melihat materi yang tersedia dapat dikaitkan dan digunakan sebagai sumber pendukung pembelajaran di kelas.
“Awalnya saya sudah memahami beberapa ruang di Rumah Pendidikan dan sudah memanfaatkannya. Namun, terkait Ruang Murid, baru sekarang saya memahami bahwa beberapa materi bisa kita kaitkan, kita arahkan, dan kita manfaatkan dalam pembelajaran,” jelasnya.
Luhung berharap pengenalan platform ini dapat dilanjutkan melalui kegiatan berbagi pengetahuan atau pengimbasan. Ia menyebut Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sebagai salah satu sarana untuk memperluas pemanfaatan Rumah Pendidikan kepada lebih banyak pendidik.
Pusdatin Terbuka terhadap Masukan Pengguna
Kepala Bidang Tata Kelola SPBE dan Transformasi Digital Pusdatin Kemendikdasmen, Diah Wulandari, menjelaskan bahwa Sapa Sekolah menjadi sarana untuk memperkenalkan Rumah Pendidikan secara langsung sekaligus mendukung program Digitalisasi Pembelajaran.
Kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi guru dan murid untuk menyampaikan masukan serta mengusulkan inisiatif pengembangan platform.
“Kami hadir di tengah-tengah Bapak dan Ibu untuk menyampaikan program Rumah Pendidikan. Harapannya, kegiatan ini juga membuka ruang interaksi, masukan, dan inisiatif baru yang dapat membantu kami mengembangkan Rumah Pendidikan,” ujarnya.
Diah menambahkan, Pusdatin terbuka terhadap masukan untuk menyempurnakan fitur dan konten agar semakin sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan.
Melalui program Sapa Sekolah, Kemendikdasmen berharap pemanfaatan Rumah Pendidikan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut di lingkungan sekolah dan komunitas pendidik. Dengan demikian, murid memiliki lebih banyak pilihan sumber belajar, sementara guru dapat memanfaatkan konten digital untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Sapa Sekolah Perkenalkan Rumah Pendidikan, Murid Temukan Cara Belajar yang Lebih Menyenangkan, 24 Oktober 2026.