Sapa Sekolah Ajak Murid SMAN 112 Jakarta Manfaatkan Rumah Pendidikan

Sebanyak 80 murid SMAN 112 Jakarta mengikuti Sapa Sekolah 2026 untuk mengenal sumber belajar digital melalui Rumah Pendidikan. Program ini diharapkan meningkatkan pemanfaatan platform yang sebelumnya diakses kurang dari 10 persen murid.

Sapa Sekolah Ajak Murid SMAN 112 Jakarta Manfaatkan Rumah Pendidikan

Sebanyak 80 murid SMAN 112 Jakarta mengikuti kegiatan Sapa Sekolah 2026 untuk mengenal pemanfaatan Rumah Pendidikan sebagai sumber belajar digital. Melalui fitur Ruang Murid, peserta mencoba laboratorium maya dan permainan interaktif yang mendukung pembelajaran lebih menarik.

Kepala SMAN 112 Jakarta, Sukarman, menyebut pemanfaatan Rumah Pendidikan oleh guru di sekolahnya sudah berjalan. Namun, berdasarkan data sekolah, jumlah murid yang mengakses platform tersebut masih di bawah 10 persen.

Ia berharap peserta kegiatan dapat mengajak teman-temannya memanfaatkan platform tersebut secara lebih luas.

“Kami berharap dengan adanya program Sapa Sekolah yang melibatkan 80 murid ini, mereka dapat menjadi pengimbas bagi teman-temannya sehingga pemanfaatan Rumah Pendidikan bisa lebih maksimal,” ujar Sukarman di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Belajar Melalui Laboratorium Maya dan Permainan

Penanggung Jawab Pendayagunaan Layanan Digital Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, Ai Sri Nurhayati, menjelaskan bahwa Sapa Sekolah menggabungkan pengenalan Rumah Pendidikan kepada guru dengan pengalaman langsung bagi murid melalui Ruang Murid.

“Kami melakukan dua pendekatan, yaitu pengenalan Rumah Pendidikan dan Ruang Murid kepada guru serta mengajak murid merasakan langsung pengalaman belajar menggunakan konten yang tersedia di Ruang Murid,” jelas Ai.

Menurut Ai, langkah berikutnya adalah mendorong guru menerapkan pengetahuan yang diperoleh dengan memasukkan konten Ruang Murid ke dalam rancangan pembelajaran. Guru perlu memilih materi digital yang sesuai dengan topik yang akan diajarkan agar pemanfaatannya berlanjut dalam kegiatan belajar sehari-hari.

Pengalaman tersebut mendapat respons positif dari murid. Masyithah Helen Prayagati, murid kelas XI SMAN 112 Jakarta, mengaku senang mencoba laboratorium maya dan permainan latihan soal. Ia menilai laboratorium maya memberinya kesempatan mengeksplorasi materi, termasuk termokimia.

Murid lainnya, Ni Putu Mallika Putri, juga merasakan manfaat laboratorium maya untuk mempelajari materi seperti simulasi golongan darah. Ia turut mengapresiasi permainan interaktif yang bisa dilakukan bersama teman-temannya.

Sementara itu, Thalita Dzakia Arief menilai Rumah Pendidikan memberinya keleluasaan untuk membaca materi dan berlatih kapan saja, termasuk dari rumah. Ia juga menyebut platform tersebut dapat diakses secara gratis sehingga tidak menambah beban biaya orang tua.

Teknologi untuk Mendukung Kualitas Pendidikan

Kepala Seksi SMP dan SMA Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Barat, Rusmala Nainggolan, menekankan pentingnya penggunaan teknologi untuk memperkuat kualitas pembelajaran. Ia mendorong guru menerapkan pengetahuan dari kegiatan tersebut sesuai kebutuhan murid di kelas.

“Teknologi bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk memperkuat kualitas pendidikan,” tegas Rusmala.

Melalui Sapa Sekolah 2026, Kemendikdasmen melalui Pusdatin berupaya mendorong penggunaan Rumah Pendidikan lewat praktik langsung dan pengalaman belajar yang menyenangkan. Program ini diharapkan berlanjut dalam pembelajaran sehari-hari sehingga semakin banyak murid dapat memanfaatkan sumber belajar digital.

Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, 16 Oktober 2026.

#Pendidikan