Rumah Pendidikan Bantu Murid Perluas Akses Sumber Belajar Digital

Kemendikdasmen memperkenalkan Rumah Pendidikan melalui kegiatan Sapa Sekolah untuk memperluas akses murid terhadap sumber belajar digital. Platform ini juga diharapkan membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Rumah Pendidikan Bantu Murid Perluas Akses Sumber Belajar Digital

JAKARTA, MbojoNow — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran melalui platform Rumah Pendidikan. Layanan ini memungkinkan murid mengakses beragam materi pembelajaran dan berlatih mengerjakan soal di luar penggunaan buku catatan.

Manfaat tersebut dirasakan Clark Ken, siswa kelas XI SMA Negeri 31 Jakarta, setelah mengikuti kegiatan Sapa Sekolah yang diselenggarakan Kemendikdasmen melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Rabu (21/10/2026).

Sebelum mengikuti kegiatan tersebut, Clark mengaku belum mengenal Rumah Pendidikan. Ia biasanya mengandalkan buku catatan dan pencarian di internet untuk mendukung kegiatan belajarnya. Melalui kegiatan itu, ia mengenal berbagai fitur yang tersedia, terutama Ruang Murid.

“Menurut saya, aplikasi ini sangat membantu kami dalam mencari materi, jadi tidak hanya terpaku melalui buku. Kami bisa mengeksplorasi materi-materi yang lain melalui Ruang Murid ini,” ujarnya.

Clark berharap Rumah Pendidikan terus dikembangkan dengan fitur yang inovatif dan fleksibel. Ia juga berharap platform tersebut dapat membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.

Guru Manfaatkan Teknologi untuk Pembelajaran

Pengalaman serupa dirasakan Andri Sidauruk, guru kelas V dan VI di SDN Rawa Bunga 11, Jakarta Timur. Ia menilai kegiatan Sapa Sekolah memberikan wawasan baru untuk memaksimalkan pemanfaatan Rumah Pendidikan dalam proses belajar mengajar.

Andri juga menggunakan Papan Interaktif Digital (PID) sekitar tiga kali dalam sepekan. Ia memadukan perangkat tersebut dengan kreativitasnya, termasuk membuat kuis interaktif berbantuan kecerdasan buatan yang disesuaikan dengan materi pembelajaran.

Ke depan, Andri berharap tampilan Rumah Pendidikan dibuat lebih sederhana dan mudah digunakan, tanpa mengurangi kelengkapan fitur. Dengan begitu, guru dapat lebih mudah menemukan sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan kelas.

Perangkat Digital Perlu Didukung Konten Pembelajaran

Ketua Tim Kerja Pemanfaatan Layanan Digital Pusdatin Kemendikdasmen, Nur Malik Maulana, menjelaskan bahwa kegiatan Sapa Sekolah bertujuan mendorong pemanfaatan teknologi digital, terutama di satuan pendidikan yang telah menerima perangkat pendukung seperti PID.

Menurut Malik, ketersediaan perangkat perlu diimbangi dengan penggunaan konten digital yang sesuai dengan kebutuhan guru dan murid. Rumah Pendidikan menyediakan beragam materi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan.

“Yang menjadi kuncinya adalah bagaimana Bapak dan Ibu guru bisa memanfaatkan teknologi digital untuk bisa menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, lebih menyenangkan, dan juga ujungnya adalah pembelajaran yang lebih bermakna kepada murid,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan Kepala Seksi SMA dan SMP Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Timur, Tri Kurniasih. Ia mengapresiasi kegiatan Sapa Sekolah sebagai sarana menambah pengetahuan guru tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran.

Tri berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus membagikannya kepada rekan sejawat dan sekolah di sekitar mereka.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, para guru dapat memanfaatkan Rumah Pendidikan dalam pembelajaran sekaligus mengimbaskan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan-rekan di sekolah masing-masing. Dengan demikian, semakin banyak guru dan murid yang mengenal serta merasakan manfaat Rumah Pendidikan,” ujarnya.

Melalui kegiatan Sapa Sekolah, Kemendikdasmen berharap semakin banyak warga sekolah mengenal dan memanfaatkan Rumah Pendidikan sesuai kebutuhan pembelajaran. Dukungan guru dan satuan pendidikan diharapkan dapat memperluas akses murid terhadap berbagai sumber belajar serta mendorong pengalaman belajar yang lebih aktif dan menyenangkan.

Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Rumah Pendidikan Bantu Murid Eksplorasi Sumber Belajar Lebih Luas, 22 Oktober 2026.

#Pendidikan