Program PKK Bantu Ana Asmianti Mendapatkan Pekerjaan di Bidang Desain Grafis

Ana Asmianti, lulusan SMA asal Sidareja, Cilacap, berhasil mendapatkan pekerjaan pertamanya setelah mengikuti Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) bidang Desain Grafis di LKP Media Komputer.

Program PKK Bantu Ana Asmianti Mendapatkan Pekerjaan di Bidang Desain Grafis

Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) bidang Desain Grafis membuka peluang kerja bagi Ana Asmianti, 19 tahun, lulusan SMA Negeri 1 Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Setelah mengikuti pelatihan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Media Komputer, Ana berhasil mendapatkan pekerjaan pertamanya di CV Dhudut Advertising & Digital Printing, Sidareja.

Sebelum mengikuti pelatihan, Ana belum memiliki pekerjaan selama sekitar dua bulan setelah lulus SMA. Ia memutuskan meningkatkan keterampilan komputer karena merasa kemampuan yang diperoleh di sekolah masih terbatas pada materi dasar.

Ana mengetahui LKP Media Komputer dari tetangganya yang pernah mengikuti kursus di lembaga tersebut. Ia kemudian mengikuti program PKK selama sekitar dua bulan bersama kurang lebih 20 peserta lainnya.

“Kurangnya karena di SMA tuh kan cuma basic-basic-nya saja, kayak belum paham banget tentang komputer,” ujar Ana, menceritakan alasannya mengikuti pelatihan.

Belajar Desain Grafis dan Aplikasi Perkantoran

Program PKK diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan. Program ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.

Selama pelatihan di LKP Media Komputer, Ana mempelajari perangkat lunak desain grafis seperti CorelDRAW dan Adobe Photoshop. Ia juga meningkatkan kemampuan menggunakan Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint.

Agustin Wahyuni, instruktur LKP Media Komputer, menjelaskan bahwa kemampuan awal peserta berbeda-beda. Sebagian sudah memiliki dasar penggunaan komputer, sedangkan peserta lainnya harus memulai dari nol.

Menurut Agustin, pembelajaran desain grafis tidak hanya berfokus pada penguasaan aplikasi, tetapi juga pengembangan kreativitas agar hasil pekerjaan sesuai kebutuhan industri. Materi pelatihan turut mengikuti perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk membantu mempercepat proses kerja.

Mendapatkan Pekerjaan Pertama

Sekitar satu hingga dua minggu setelah menyelesaikan pelatihan, Ana mendapat informasi dari instrukturnya bahwa Percetakan Dhudut sedang membutuhkan tenaga desainer dan staf administrasi. Ia mencoba melamar dan akhirnya diterima bekerja.

Setelah sekitar enam bulan bekerja, Ana mulai menangani pekerjaan administrasi serta desain sederhana. Ia juga merasa lebih terampil menggunakan komputer, mengetik lebih cepat, dan menghadapi kebutuhan pelanggan.

Meski demikian, Ana masih terus belajar ketika menemukan istilah atau jenis pekerjaan baru di percetakan. Ia biasanya bertanya kepada operator untuk menambah pemahaman dan meningkatkan kemampuannya.

Pengalaman tersebut membuat Ana semakin percaya diri untuk mengembangkan masa depannya. Ia berencana menabung dari penghasilannya agar dapat melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka sambil tetap bekerja.

Pelatihan Berorientasi pada Kebutuhan Industri

Agus Widayat, Kepala LKP Media Komputer, mengatakan bahwa keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari kemampuan peserta menyelesaikan uji kompetensi. Menurutnya, peserta juga perlu dipersiapkan agar mampu memasuki dunia kerja.

LKP Media Komputer mulai beroperasi pada 2000 dan memperoleh izin pada 2003. Dalam perkembangannya, lembaga tersebut menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan masyarakat dan perubahan teknologi.

Selain keterampilan teknis, pembelajaran juga mencakup pendidikan karakter, bimbingan karier, serta pembekalan ketenagakerjaan dengan melibatkan praktisi industri.

Dampak program serupa juga dirasakan Sinta, alumni PKK Desain Grafis LKP Media Komputer tahun 2020. Lulusan SMK jurusan Perbankan Syariah itu mengaku belum mengenal CorelDRAW sebelum mengikuti pelatihan. Setelah menjalani magang, ia melamar ke Percetakan Dhudut dan mulai bekerja pada Januari, hingga kini tetap bekerja sebagai desainer dengan pengalaman hampir enam tahun.

Sinta menilai pengalaman kerja membantunya mengembangkan keterampilan sekaligus kepercayaan diri saat berkomunikasi dengan pelanggan. “Sekarang sudah bisa ngajak ngobrol customer. Dulu sama sekali nggak bisa ya... dulu introvert,” tuturnya.

Hubungan Lembaga Kursus dengan Dunia Kerja

Agus menjelaskan bahwa LKP Media Komputer menjalin komunikasi dengan sejumlah usaha dan industri yang membutuhkan tenaga terampil, meskipun tidak seluruh hubungan tersebut berbentuk kerja sama formal. Salah satu perusahaan yang terhubung dengan lembaga itu adalah PT Wahana Kasih Mulia (WKM).

Nur Hasanah, Supervisor Human Capital PT WKM, mengatakan komunikasi dengan LKP berlangsung dalam kaitannya dengan kebutuhan rekrutmen dan pembekalan calon pekerja. Ia juga menyebut pihaknya menghubungi instruktur LKP ketika membutuhkan tenaga untuk pekerjaan desain.

Menurut Nur, pembekalan dari lembaga kursus membantu calon pekerja memahami keterampilan yang dibutuhkan, psikotes, budaya kerja, dan kedisiplinan sebelum memasuki perusahaan. Namun, ia menegaskan bahwa kemampuan teknis perlu disertai kesiapan mental.

“Bukan cuma kamu punya skill aja, tapi kalau mentalnya enggak kuat juga enggak bisa kerja di mana pun,” kata Nur.

Bagi Ana, memperoleh pekerjaan pertama bukan berarti proses belajar telah selesai. Ia masih berusaha memahami kebutuhan pelanggan, memperluas keterampilan, dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan. Ia juga berharap dapat mengikuti pelatihan lain untuk menambah kompetensinya.

“Karena hidup cuma sekali, jadi jangan malas belajar aja,” pesan Ana.

Kisah Ana dan Sinta memperlihatkan pengalaman alumni PKK Desain Grafis LKP Media Komputer dalam memasuki dunia kerja. Pelatihan keterampilan, pembekalan kesiapan kerja, dan komunikasi dengan industri menjadi bagian dari upaya menghubungkan peserta kursus dengan peluang pekerjaan.

Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui artikel resmi Kemendikdasmen.

#Pendidikan