Pelatihan Vokasi Buka Jalan Alya dan Arum Berkarier di Industri Transportasi

Program Pendidikan Kecakapan Kerja membantu lulusan sekolah memasuki industri transportasi. Alya kini bekerja sebagai pramugari kereta di KAI, sementara Arum memiliki pengalaman sebagai petugas layanan haji dan bekerja di bidang ground handling.

Pelatihan Vokasi Buka Jalan Alya dan Arum Berkarier di Industri Transportasi

YOGYAKARTA — Pelatihan vokasi menjadi salah satu jalur bagi lulusan sekolah untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Hal ini dialami Alya Intan Alpita dan Arum Endah Sulistiani yang mengembangkan keterampilan melalui Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Total Outsource Development (TOD) di Yogyakarta sebelum meniti karier di industri transportasi.

Alya, lulusan SMK Negeri 1 Tempel, Sleman, jurusan Teknik Komputer, Jaringan dan Telekomunikasi, kini bekerja sebagai prami atau pramugari kereta di KAI. Ia melayani penumpang pada sejumlah rute, termasuk Yogyakarta–Jakarta, Yogyakarta–Surabaya, dan Yogyakarta–Jember.

Setelah lulus pada 2025, Alya mengikuti pelatihan di TOD. Ia mempelajari hospitality, grooming, perawatan diri, serta dasar-dasar pelayanan di bandar udara. Setelah itu, ia menjalani magang di KAI Bandara YIA sebelum mengikuti proses rekrutmen KAI dan diterima bekerja.

“Kalau punya target, harus belajar dan jangan menyerah. Usaha juga harus dibarengi dengan doa,” ujar Alya.

Pengalaman Kerja Arum di Bidang Pelayanan

Perjalanan Arum Endah Sulistiani juga berawal dari pelatihan vokasi. Lulusan SMK Negeri 1 Panjatan, Kulon Progo, jurusan Farmasi Klinis dan Komunitas ini mengetahui TOD melalui informasi Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK).

Karena tertarik pada pelayanan, public speaking, dan transportasi, Arum mengikuti pelatihan tanpa biaya. Ia kemudian menjalani On the Job Training (OJT) selama dua bulan di Pelita Air YIA.

Pada 2026, Arum mengikuti rekrutmen petugas layanan haji dan bekerja selama tiga bulan sebagai petugas musiman di Yogyakarta. Dalam pekerjaan tersebut, ia membantu penumpang, termasuk lansia dan pengguna kursi roda.

Saat ini, Arum bekerja sebagai tenaga pendukung di Gapura Ground Handling YIA sambil menunggu proses perekrutan berikutnya.

“Saya belajar banyak, dari yang awalnya tidak terlalu tahu tentang transportasi udara dan darat, jadi lebih paham,” kata Arum.

Peserta Pelatihan Mempersiapkan Diri untuk Industri Aviasi

Selain Alya dan Arum, terdapat peserta lain yang masih menjalani pelatihan untuk mempersiapkan karier di sektor penerbangan. Salah satunya Salsa Anggita Safitri, lulusan SMA Negeri 2 Batang yang tertarik pada dunia transportasi.

Salsa mengetahui informasi tentang TOD melalui Instagram setelah mencari sejumlah pilihan lembaga pelatihan. Ia memilih program tersebut karena materi pembelajaran dan sertifikat yang diperoleh dinilai dapat mendukung persiapannya melamar pekerjaan.

“Saya rasa saya cocok di TOD. Bukan hanya dari biayanya yang murah, tapi sudah mendapatkan berbagai sertifikat yang membantu saya ketika ingin melamar kerja,” kata Salsa.

Memasuki bulan kelima dari program reguler enam bulan, Salsa telah mempelajari pelayanan penumpang, baggage handling, passenger handling, penanganan keterlambatan, serta pelayanan sesuai standar operasional prosedur di bandara.

Peserta lainnya, Waldi Tandi Datu, merupakan lulusan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa yang mengikuti program ground staff selama enam bulan. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk bekerja di bandar udara.

“Harus yakin dengan kompetensi diri. Jangan terlalu bimbang, fokus dan harus mau belajar,” pesan Waldi.

Program PKK Menyediakan Pelatihan dan Magang

Pengelola LKP TOD, Anna Handayani, menjelaskan bahwa lembaganya mengikuti Program Pendidikan Kecakapan Kerja sejak 2022. Pada 2026, TOD memperoleh kuota 30 peserta PKK dan seluruh kuota tersebut telah terisi.

Peserta mengikuti pelatihan dan uji kompetensi selama sekitar satu setengah bulan, kemudian melanjutkan kegiatan magang atau OJT selama dua bulan.

Selain program PKK, TOD menyediakan program reguler berdurasi tiga dan enam bulan. Lembaga ini juga menjalin kemitraan dengan maskapai penerbangan dan perusahaan ground handling, serta memperluas kerja sama ke sektor kereta api, KAI Wisata, KA Bandara, Pelni, dan ASDP.

Menurut Anna, keterampilan pelayanan dan grooming yang dipelajari peserta dapat menjadi bekal untuk memasuki berbagai bidang transportasi.

Program PKK dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus bekerja sama dengan LKP TOD di Yogyakarta. Program ini bertujuan memperluas akses pelatihan vokasi agar peserta memiliki keterampilan kerja dan peluang berkarier.

Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Baca sumber asli.

#Pendidikan