Mendikdasmen Ajak Mahasiswa Laporkan Penyimpangan Kebijakan Pendidikan dengan Data

Mendikdasmen Abdul Mu’ti meminta mahasiswa menyampaikan dugaan penyimpangan pelaksanaan kebijakan pendidikan disertai bukti dan data pendukung agar dapat ditindaklanjuti Kemendikdasmen.

Mendikdasmen Ajak Mahasiswa Laporkan Penyimpangan Kebijakan Pendidikan dengan Data

SURAKARTA, MbojoNow — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengajak mahasiswa berperan aktif melaporkan persoalan dan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan. Ia meminta setiap laporan disertai data pendukung agar dapat dipertanggungjawabkan dan ditindaklanjuti.

Ajakan tersebut disampaikan dalam Silaturahmi Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (BEM PTMA) di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (29/10/2026).

“Silakan rekan-rekan mahasiswa kalau ada penyimpangan-penyimpangan terkait dengan kebijakan-kebijakan, sampaikan, kemudian berikan kami datanya, kami akan tindak lanjuti,” ujar Abdul Mu’ti.

Laporan Mahasiswa Jadi Bahan Evaluasi

Abdul Mu’ti menjelaskan, laporan masyarakat menjadi salah satu sumber informasi bagi Kemendikdasmen untuk mengetahui persoalan dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan.

Ia mencontohkan laporan mengenai dugaan penyimpangan program revitalisasi satuan pendidikan yang kemudian ditindaklanjuti melalui investigasi. Karena itu, mahasiswa didorong menyampaikan temuan serupa dengan bukti dan informasi yang jelas.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mencegah penyalahgunaan anggaran negara. “Dan inilah komitmen kami, sesuai dengan arahan Pak Presiden, jangan sampai ada satu rupiah pun uang rakyat yang ditilep,” katanya.

Menurut Abdul Mu’ti, mahasiswa memiliki peran sebagai kekuatan moral yang menyuarakan aspirasi masyarakat dan memperjuangkan hak-hak mereka. Namun, gerakan mahasiswa diharapkan tetap didasarkan pada pengetahuan, analisis mendalam, serta data yang valid agar kritik dapat menjadi bahan perbaikan.

Silaturahmi Nasional Diikuti 166 BEM

Koordinator Presidium BEM Nasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah Indonesia, Yogi Syahputra Alaydrus, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti 166 BEM dari berbagai wilayah Indonesia. Pertemuan ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan memperkuat kebersamaan mahasiswa.

Ketua Forum Silaturahmi Pimpinan Kemahasiswaan (FOSMA) sekaligus Wakil Rektor I UMS, Ihwan Susila, berharap BEM PTMA menjalankan peran sebagai kekuatan intelektual dan moral, agen perubahan, kontrol sosial, serta jembatan aspirasi mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan pengabdian kepada masyarakat.

Wali Kota Surakarta, Respati Ahmad Ardianto, turut menyoroti pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam menyampaikan kritik terhadap persoalan masyarakat. Ia menilai gerakan mahasiswa yang memperjuangkan kepentingan rakyat menjadi salah satu harapan bagi masa depan Indonesia.

“Kalau masih melihat ada mahasiswa yang turun ke jalan, melihat ada pergerakan mahasiswa masih memperjuangkan rakyat, saya yakin masa depan Indonesia lebih cerah ke depannya,” ujar Respati.

Menutup sambutannya, Abdul Mu’ti mengapresiasi BEM PTMA yang selama ini menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis Kemendikdasmen. Ia berharap pertemuan tersebut menghasilkan rekomendasi konstruktif bagi kemajuan pendidikan dan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

#Pendidikan