Kemendikdasmen Dorong Literasi Media agar Anak Kritis dan Bijak di Ruang Digital

Kemendikdasmen menekankan pentingnya literasi media melalui pendidikan agar anak mampu memeriksa informasi, menjaga privasi, dan menggunakan teknologi digital secara aman.

Kemendikdasmen Dorong Literasi Media agar Anak Kritis dan Bijak di Ruang Digital

JAKARTA, MbojoNow — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya penguatan literasi media dan informasi dalam pendidikan. Upaya ini ditujukan untuk membekali anak agar mampu berpikir kritis, memeriksa kebenaran informasi, serta menggunakan teknologi digital secara bijak dan aman.

Hal tersebut disampaikan dalam Diskusi Nasional dan Lokakarya Penguatan Literasi Media dan Informasi melalui Pendidikan di kantor Kemendikdasmen, Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Pekan Literasi Media dan Informasi Global 2026 atau Global Media and Information Literacy Week 2026.

Dalam kegiatan itu, Yudhistira menjelaskan bahwa anak perlu dibiasakan untuk tidak langsung menerima informasi yang ditemukan melalui teknologi. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan adalah guided learning, yaitu metode yang memberikan panduan agar siswa dapat berpikir dan menemukan jawaban sendiri.

“Kalau guided learning itu artinya kalau dia menanyakan satu tambah satu, tidak akan pernah dijawab sama dengan dua. Jadi, dia akan men-challenge si murid itu untuk berpikir. Jawabannya itu apa. Tapi guided learning dia memberikan panduan supaya anak-anak ini berpikir kritis,” ujarnya.

Perlindungan Privasi dan Pendampingan Anak

Selain kemampuan berpikir kritis, Yudhistira mengingatkan pentingnya menjaga privasi dan bertanggung jawab atas jejak digital. Informasi atau konten yang dibagikan di internet berpotensi tersimpan dan disebarluaskan kembali oleh pihak lain.

Karena itu, anak perlu memahami perlindungan data pribadi serta dampak aktivitas digital terhadap kehidupan mereka di masa mendatang.

Penguatan literasi media juga dinilai tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah. Keluarga, sekolah, masyarakat, dan media perlu saling mendukung dalam memberikan pendidikan literasi digital.

Orang tua dan guru diharapkan membangun komunikasi terbuka agar anak merasa aman menceritakan persoalan yang dialami di ruang digital. Pendampingan juga perlu dilakukan tanpa membuat anak takut disalahkan.

Panduan Keluarga UNESCO Versi Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Yudhistira menyambut peluncuran panduan keluarga UNESCO berbahasa Indonesia berjudul Tumbuh di Dunia yang Terhubung: Panduan Keluarga Era Digital.

Panduan tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan praktis bagi orang tua dan pendidik dalam mendampingi anak menggunakan teknologi digital. Yudhistira juga berharap materi panduan dapat diintegrasikan ke dalam fitur Ruang Orang Tua pada platform Rumah Pendidikan milik Kemendikdasmen.

Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

#Pendidikan