LKP Prima Cianjur Latih 30 Peserta Otomotif, Tujuh Terserap Kerja di Planet Ban

LKP Prima Cianjur menjalankan program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dan Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) untuk membekali peserta dengan keterampilan otomotif. Pada program PKW 2026, tujuh peserta dilaporkan telah bekerja di jaringan Planet Ban.

LKP Prima Cianjur Latih 30 Peserta Otomotif, Tujuh Terserap Kerja di Planet Ban

CIANJUR — Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Prima Cianjur, Jawa Barat, mengembangkan pelatihan keterampilan otomotif melalui program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dan Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK). Kedua program tersebut dirancang untuk membuka peluang usaha sekaligus membantu peserta memasuki dunia kerja.

Pada program PKW 2026, sebanyak 30 peserta terpilih dari sekitar 150 pendaftar. Pelatihan yang dibuka pada Juli 2026 itu berlangsung selama 19 hari atau setara 150 jam pelajaran, dengan target kelulusan seluruh peserta pada Agustus 2026.

Pimpinan LKP Prima Cianjur, Cep Yudi Hamdani, menjelaskan bahwa peserta PKW mendapat pendampingan usaha serta bantuan peralatan untuk memulai bengkel secara mandiri.

Setiap peserta memperoleh satu unit kompresor berkapasitas 0,75 PK dan satu set kunci bengkel lengkap. LKP Prima juga bekerja sama dengan Bank BJB untuk pendampingan permodalan serta komunitas otomotif Cianjur guna memperluas jaringan usaha.

“Untuk program PKW tahun ini, kami berikan peralatan secara individual, yaitu satu unit kompresor kapasitas 0.75PK dan satu set kunci-kunci bengkel lengkap. Hal ini agar mereka siap membuka usaha bengkel secara mandiri maupun online. Kami juga bekerja sama dengan Bank BJB untuk pendampingan permodalan serta komunitas otomotif Cianjur untuk dukungan jaringan usaha,” ujar Cep Yudi.

Untuk peserta dari wilayah pelosok Cianjur Selatan, termasuk Agrabinta dan Leles, lembaga tersebut menyediakan akomodasi dan konsumsi gratis agar mereka dapat mengikuti pelatihan.

Tujuh Peserta PKW Bekerja di Planet Ban

Selain mendorong peserta membuka usaha, LKP Prima juga memfasilitasi peserta yang ingin memperoleh pengalaman kerja melalui program magang dan penyaluran ke industri. Pada program PKW tahun ini, tujuh peserta dilaporkan telah terserap bekerja di jaringan Planet Ban.

Muhammad Aldi, peserta berusia 18 tahun asal Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaluyu, mengatakan pelatihan tersebut memperdalam keterampilan teknis yang telah diperolehnya di sekolah. Peserta juga dibekali pengetahuan tentang pelayanan konsumen sebagai persiapan memasuki dunia kerja.

“Pelatihan di sini benar-benar gratis dan fasilitasnya sangat mendukung. Pelatihannya tidak hanya mengulang pelajaran dasar SMK, tetapi diperdalam lagi secara teknis dan diajarkan juga cara melayani konsumen untuk persiapan kerja. Pelatihan ini sangat membantu sebagai bekal bekerja dan membantu perekonomian keluarga,” kata Aldi.

PKK Mengutamakan Penempatan Kerja

Selain PKW, LKP Prima sebelumnya menyelenggarakan program PKK pada November hingga Desember 2025. Program tersebut diikuti 30 peserta yang dipilih dari 100 pendaftar dan berfokus pada penempatan kerja langsung di industri mitra.

Cep Yudi menjelaskan bahwa proses PKK dimulai dengan pencocokan kebutuhan perusahaan dan calon tenaga kerja. Peserta menjalani psikotes serta wawancara dengan perusahaan mitra, termasuk Planet Ban. Mereka yang lolos seleksi kemudian mengikuti pelatihan teknis selama 20 hari.

Menurut Cep Yudi, program PKK yang dijalankan lembaganya menjamin penyerapan kerja bagi peserta yang lulus.

Di luar program bantuan pemerintah melalui PKW dan PKK, LKP Prima juga menjalankan pelatihan reguler sebanyak 12 angkatan setiap tahun, dengan kapasitas 25 peserta per angkatan. Lembaga tersebut turut menjalin kemitraan pelatihan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Baca artikel sumber.

#Pendidikan