Dua inovasi yang berangkat dari persoalan lingkungan dan kebutuhan masyarakat mengantarkan murid dari Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Denpasar, Bali, meraih Juara 1 Festival Inovasi dan Kewirausahaan Murid Indonesia (FIKSI) 2026.
Carli Mayos Talan, murid kelas XII SMK Negeri 1 Pandawai, Sumba Timur, meraih juara pada kategori Rencana Usaha bidang Agribisnis, Agroteknologi, dan Kemaritiman. Ia mengembangkan NETGREEN, pewarna alami berbahan ekstrak daun jati untuk menyamarkan jaring nelayan.
Sementara itu, Putu Aditya Kusuma Wibawa dan I Ketut Bagus Pramana Putra, murid kelas XII SMA Negeri 4 Denpasar, meraih Juara 1 kategori Pengembangan Usaha bidang Kesehatan, Kecantikan, dan Perawatan Diri melalui produk Roll On Inhaler 2-in-1.
NETGREEN Berangkat dari Masalah Nelayan
Gagasan NETGREEN muncul setelah Carli mengamati aktivitas nelayan di Pantai Palakahembi. Menurut pengamatannya, jaring Trammel Net berwarna putih terlalu mencolok di perairan dangkal dan padang lamun sehingga ikan dan udang lebih mudah mengenali jaring tersebut.
Carli kemudian memanfaatkan daun jati yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai bahan pewarna alami. Kandungan tanin dan senyawa fenolik dalam daun tersebut digunakan untuk menghasilkan warna cokelat kehijauan yang menyerupai warna lamun.
Pengembangan produk ini menghadapi kendala ketika warna ekstrak daun jati sulit melekat pada jaring berbahan nilon dan mudah luntur saat digunakan di air asin. Carli dan timnya mengalami empat kali kegagalan sebelum mencoba teknik fiksasi menggunakan tawas dan kapur sirih.
Guru pendamping SMK Negeri 1 Pandawai, Fauziah Arbi Abdulah, mengatakan pembinaan dilakukan dengan mengajak murid mengamati langsung aktivitas nelayan sejak pukul 05.00 WITA. Pendekatan tersebut bertujuan agar inovasi yang dikembangkan berangkat dari persoalan nyata di lapangan.
Setelah meraih juara, Carli berencana memperkenalkan NETGREEN kepada kelompok usaha bersama nelayan di Desa Palakahembi melalui sosialisasi dan demonstrasi di tempat pelelangan ikan. Ia juga merancang NETGREEN kit seharga Rp750.000 dengan kapasitas untuk empat hingga lima jaring.
Produk Kesehatan Berbasis Potensi Lokal Bali
Inovasi dari Denpasar dikembangkan melalui Roll On Inhaler 2-in-1, produk yang memadukan fungsi inhaler dan roll-on untuk membantu relaksasi. Tim mengangkat persoalan limbah organik di Bali sekaligus memanfaatkan pengetahuan pengobatan tradisional sebagai bagian dari pengembangan produk.
Putu Aditya menjelaskan bahwa timnya menjadikan pengetahuan dalam Lontar Usada Bali sebagai salah satu rujukan formulasi. Pengembangan tersebut juga melibatkan kajian bersama Balai Bahasa Provinsi Bali, sebagaimana disampaikan dalam keterangan sumber.
Produk ini dirancang dengan inhaler di bagian atas dan roll-on di bagian bawah. Tim turut menyediakan kode QR yang terhubung dengan laman informasi, chatbot berbasis kecerdasan artifisial (AI), serta fitur augmented reality untuk menghadirkan edukasi tiga dimensi kepada konsumen.
Guru pendamping SMA Negeri 4 Denpasar, Komang Adi, menyebut pengembangan usaha tersebut membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat lokal, termasuk pengepul minyak kelapa tradisional, warga yang mengumpulkan bahan dari pura, dan penyedia layanan pijat tunanetra.
Dalam menjalankan usaha, tim juga mulai menerapkan standar operasional prosedur (SOP), jadwal inventarisasi stok, serta sistem konsinyasi di sejumlah gerai. Mereka berencana memperluas pasar dan melibatkan adik kelas serta teman sebaya agar usaha dapat terus berkembang.
Belajar Berinovasi dari Lingkungan Sekitar
Pengalaman kedua tim menunjukkan bagaimana persoalan di lingkungan sekitar dapat menjadi bahan pembelajaran dan pengembangan usaha. Prosesnya mencakup pengamatan lapangan, pengujian produk, pembelajaran dari kegagalan, hingga membangun kerja sama dengan pihak lain.
Melalui FIKSI 2026, inovasi yang berangkat dari kebutuhan nelayan di Sumba Timur serta potensi lingkungan dan budaya Bali mendapat ruang untuk dikembangkan menjadi rencana usaha maupun bisnis yang lebih terarah.
Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, 17 Oktober 2026. Baca berita sumber.