FIKSI 2026 di Bali, 216 Siswa Kembangkan Ide Usaha dan Inovasi

Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026 menghadirkan 216 finalis dari 20 provinsi dan Sekolah Indonesia Luar Negeri di Malaysia. Ajang nasional di Undiksha, Singaraja, Bali, ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan produk, menguji gagasan bisnis, dan memperluas peluang usaha.

FIKSI 2026 di Bali, 216 Siswa Kembangkan Ide Usaha dan Inovasi

SINGARAJA — Sebanyak 216 finalis dari 20 provinsi di Indonesia dan Sekolah Indonesia Luar Negeri di Malaysia mengikuti Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Jenjang Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) ini berlangsung di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Bali.

FIKSI 2026 menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan. Berbagai gagasan serta produk yang dibawa peserta menunjukkan potensi daerah dan kemampuan generasi muda dalam melihat peluang pasar.

11 Bidang Kewirausahaan Dilombakan

Dalam penyelenggaraan tahun ini, FIKSI menghadirkan 11 cabang ajang, yaitu agribisnis, agroteknologi dan kemaritiman; kesehatan, kecantikan dan perawatan diri; kewirausahaan sosial; wisata dan budaya; teknologi digital; bisnis kuliner; fesyen; gim digital; kriya; video, animasi dan film; serta seni rupa dan desain.

Peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mengikuti presentasi, wawancara, pameran atau expo, serta seminar motivasi dan kewirausahaan. Rangkaian kegiatan tersebut memberi kesempatan untuk menguji gagasan, menerima masukan dari juri dan praktisi, memperluas jejaring, serta mempelajari peluang pengembangan usaha.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa pendidikan perlu memberi ruang bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman nyata, mengembangkan kreativitas, dan membangun kemandirian.

“FIKSI menjadi ruang pembelajaran bagi murid untuk berani mengambil inisiatif, mengubah gagasan menjadi inovasi, dan belajar menghadapi tantangan dalam membangun usaha. Kami ingin pengalaman yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kompetisi, tetapi menjadi bekal untuk mengembangkan kompetensi, membangun karakter, dan menciptakan peluang yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Suharti.

Ia juga menekankan bahwa kewirausahaan tidak hanya berkaitan dengan keuntungan ekonomi, tetapi mencakup keberanian melihat peluang, kemampuan menciptakan solusi, ketangguhan menghadapi kegagalan, dan kemauan berkolaborasi serta memberi manfaat bagi orang lain.

Pendaftar FIKSI Meningkat 200 Persen

Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan bahwa jumlah pendaftar FIKSI 2026 meningkat 200 persen dibandingkan 2025, ketika tercatat 5.223 siswa mendaftar.

Menurut Irene, capaian peserta tidak semata-mata ditentukan oleh penghargaan yang diraih. Proses mengembangkan gagasan, menyempurnakan produk, menyusun model bisnis, dan mempresentasikan inovasi juga menjadi bagian penting dari pembelajaran.

“Setiap peserta FIKSI memiliki cerita perjuangan, proses belajar, dan potensi yang perlu terus dikembangkan. Kami berharap ajang ini menjadi titik awal bagi para murid untuk menyempurnakan produknya, memperluas jejaring, dan mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Prestasi bukanlah akhir perjalanan, melainkan pintu menuju kesempatan pengembangan talenta yang lebih luas,” ujar Irene.

Siswa Sumatra Utara Kembangkan Produk Laktogel

Salah satu karya yang diperkenalkan dalam FIKSI 2026 adalah Laktogel, produk yang dikembangkan Raisya Assyifa Naipospos dan Deborah Angelica Pardede dari SMA Swasta Meitreyawira Kisaran, Sumatra Utara. Keduanya mengikuti cabang kesehatan, kecantikan, dan pariwisata pada kategori rencana usaha.

Laktogel menggunakan bahan andaliman dan lidah buaya serta berpotensi membantu meredakan nyeri pada payudara. Berdasarkan keterangan dalam sumber, produk tersebut masih berada pada tahap uji coba dan terus dikembangkan untuk menyempurnakan kualitas serta potensi pemasarannya.

Deborah menyebut keikutsertaan dalam FIKSI menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan kewirausahaan, mengasah kemampuan membangun bisnis, dan memperoleh masukan bagi pengembangan produk. Raisya juga menyampaikan harapan agar Laktogel dapat masuk tiga besar dan nantinya dipasarkan lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dorong Inovasi Berkelanjutan

Kemendikdasmen mengapresiasi dukungan Undiksha sebagai tuan rumah serta kontribusi guru, pembina, pendamping, orang tua, dewan juri, panitia, dan mitra dalam penyelenggaraan FIKSI 2026.

Melalui ajang ini, Kemendikdasmen dan Puspresnas mendorong siswa untuk terus menyempurnakan produk, memperluas pasar, serta membangun usaha yang berkelanjutan. Inovasi yang dikembangkan diharapkan mampu menciptakan peluang kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (13 Oktober 2026)

#Pendidikan