Buku Bergambar dan Mendongeng Bantu Tumbuhkan Minat Literasi Anak Berkebutuhan Khusus

TK IT Mekar Insani menggunakan buku bergambar, kegiatan mendongeng, dan pendampingan guru untuk menumbuhkan minat literasi anak berkebutuhan khusus. Layanan perpustakaan keliling turut mendukung pengalaman membaca yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak.

Buku Bergambar dan Mendongeng Bantu Tumbuhkan Minat Literasi Anak Berkebutuhan Khusus

Buku bergambar dan kegiatan mendongeng menjadi sarana untuk mengenalkan literasi kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) di TK IT Mekar Insani, Yogyakarta. Melalui pendampingan guru dan layanan perpustakaan keliling, anak-anak diajak berinteraksi dengan buku sesuai minat, karakteristik, dan kemampuan masing-masing.

Guru TK IT Mekar Insani, Maya, menjelaskan bahwa perkembangan literasi anak berkebutuhan khusus tidak hanya dinilai dari kemampuan membaca atau mengenal huruf. Guru juga memperhatikan ketertarikan terhadap buku, kemampuan mempertahankan perhatian, keterlibatan dalam kegiatan, dan perkembangan komunikasi.

“Kami melihat tumbuhnya ketertarikan, keterlibatan, dan komunikasi melalui buku. Indikator awalnya adalah bagaimana anak tertarik pada buku, mampu memusatkan perhatian lebih lama, dan bersedia berinteraksi dengan pendampingan guru,” ujar Maya, Kamis (15/10/2026).

Pendekatan Literasi Disesuaikan dengan Kebutuhan Anak

Menurut Maya, setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda. Sebagian anak tertarik pada gambar, tetapi belum mampu mempertahankan fokus dalam waktu lama. Anak lainnya membutuhkan bantuan untuk memahami instruksi atau berkomunikasi.

Untuk itu, guru melakukan pengamatan awal sebelum menentukan bahan bacaan dan metode pendampingan. Buku dengan gambar menarik digunakan untuk memancing perhatian, sementara pertanyaan sederhana, gerakan, dan benda konkret membantu anak menghubungkan cerita dengan lingkungan sekitarnya.

Maya juga menegaskan bahwa respons anak tidak harus selalu disampaikan secara lisan. Menunjuk gambar yang diminta, memperhatikan objek yang ditunjukkan, atau memberikan respons melalui gerakan tubuh juga menjadi bagian dari pengamatan perkembangan komunikasi.

Perpustakaan Keliling Perluas Akses Buku

Kegiatan literasi di TK IT Mekar Insani turut didukung layanan perpustakaan keliling yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Petugas perpustakaan keliling, Alfian, menjelaskan bahwa layanan tersebut mengunjungi sekolah pada pagi hari dan permukiman warga pada siang hari.

Setiap kunjungan berlangsung sekitar dua setengah jam dan dapat dimanfaatkan tanpa biaya. Alfian berharap koleksi buku bergambar untuk anak usia dini dapat ditambah agar kegiatan membaca lebih menarik dan bervariasi.

“Untuk anak usia dini, kami berharap koleksi buku bergambar lebih diperbanyak. Dengan sedikit teks dan visual yang menarik, petugas bisa membacakan cerita secara lebih bervariasi, mengajak anak berekspresi, dan membuat kegiatan membaca lebih menyenangkan,” ujar Alfian.

Kerja sama guru dan perpustakaan keliling memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk mengenal buku melalui pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Ketertarikan, perhatian, dan komunikasi menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman literasi yang positif sejak usia dini.

Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, 17 Oktober 2026. Baca berita sumber.

#Pendidikan