JAKARTA — Sebanyak 4.021 lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dilepas untuk mengembangkan karier di luar negeri. Pelepasan tersebut dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan bersama Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) dalam rangkaian Gebyar Kursus 2026 di Jakarta, Sabtu (29/8).
Para lulusan tersebut membawa kompetensi yang diperoleh selama mengikuti pendidikan nonformal di berbagai LKP. Kesempatan bekerja di luar negeri menjadi langkah bagi mereka untuk mengembangkan karier sekaligus mewujudkan cita-cita.
Lulusan LKP Siap Berkarier di Berbagai Negara
Salah satu lulusan yang bersiap berkarier di Jepang adalah Aqiella Padya Hayya, 25 tahun. Ia ingin bekerja sebagai tenaga profesional di bidang perawatan lansia.
Aqiella juga memiliki rencana menggunakan pengalaman dan penghasilannya selama di Jepang sebagai bekal untuk mewujudkan impian membuka panti jompo di Indonesia. Kemampuan bahasa Jepang yang dimilikinya menjadi salah satu bekal untuk menjalani karier tersebut.
“Saya ingin jadi tenaga kerja profesional di bidang perawatan lansia dan mengembangkannya juga nanti di Indonesia agar dapat membuka lapangan pekerjaan,” terang Aqiela.
Sementara itu, Redianto Permanto mendapatkan kesempatan bekerja di JW Marriott Dubai. Ia merupakan lulusan LKP Royal Maritim Hotel dan menyebut pengalaman serta keterampilan yang diperolehnya selama kursus menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja.
“Saya dibekali dengan keahlian sesuai dengan standar industri, mulai dari praktik sampai dengan on job training (OJT) sehingga setelah lulus bisa langsung bekerja,” jelas Rediyanto.
Selain lulusan program reguler LKP, kesempatan berkarier di luar negeri juga terbuka bagi lulusan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dari Direktorat Kursus dan Pelatihan.
Nur Afifah, lulusan LKP Abdi Bangsa Institute melalui Program PKK Platinum, bersiap memulai karier di industri perhotelan internasional di The Retreat Koh Chang by Hilton, Thailand.
“Saya sangat antusias dengan bidang perhotelan. Program PKK menjadi kesempatan berharga untuk mengembangkan keterampilan sekaligus membuka jalan menuju karier dan meningkatkan taraf hidup,” ungkap Afifah.
Keterampilan dan Kesempatan
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Tatang Muttaqin, mengatakan pendidikan nonformal melalui kursus dan pelatihan dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan keterampilan sesuai bidang keahlian.
Menurut Tatang, pelepasan ribuan lulusan kursus untuk bekerja di luar negeri menunjukkan bahwa pendidikan nonformal dapat menghasilkan talenta yang kompeten.
“Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan nonformal mampu melahirkan talenta-talenta kompeten yang dapat memberikan kontribusi nyata, baik bagi dirinya sendiri, keluarga, maupun lingkungan di sekitarnya,” terang Dirjen Tatang.
Ia menyebut pelepasan 4.021 lulusan tersebut juga menjadi bagian dari semangat Partisipasi Semesta. Dalam penyelenggaraan pendidikan kursus, pemerintah melibatkan pemerintah daerah, lembaga kursus, serta mitra strategis, termasuk dunia industri di dalam maupun luar negeri.
“Ini merupakan bukti nyata dari semangat Partisipasi Semesta. Kami percaya bahwa ketika keterampilan terhubung dengan kesempatan, maka mimpi dapat diwujudkan menjadi masa depan yang lebih baik. Kita membawa talenta-talenta Indonesia ke tingkat global sekaligus membuka jalan bagi mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik,” tutup Dirjen Tatang.
Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.