LOMBOK BARAT, MbojoNow – Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 4 Lombok Barat menjadi tempat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan kesempatan pendidikan yang sebelumnya sulit mereka raih. Program ini tidak hanya menyediakan kebutuhan sekolah, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar dan pendampingan untuk membantu siswa berkembang.
Salah satu siswanya, Rima Pidiawati, baru merasakan bangku sekolah ketika duduk di kelas VI. Sebelumnya, keterbatasan biaya membuatnya tidak bisa bersekolah. Kini, ia dapat belajar, memiliki teman, dan kembali membangun cita-cita.
Rima mengaku senang karena diterima oleh teman-temannya di sekolah. Pengalaman tersebut berbeda dari kehidupannya sebelumnya, ketika ia merasa tersisih karena tidak pernah mengenyam pendidikan formal.
Ia kini bercita-cita menjadi guru atau polisi wanita (polwan), dengan harapan dapat membahagiakan orang tuanya.
Fasilitas dan Pendampingan bagi Siswa
Pengalaman serupa dirasakan Muhammad Alwi Sanjaya, siswa kelas V asal Kuripan, Lombok Barat. Ia tinggal bersama nenek dan saudaranya, sementara ayahnya bekerja di Kalimantan dan ibunya berada di Arab Saudi.
Di Sekolah Rakyat, Alwi memperoleh makanan, pakaian, perlengkapan belajar, serta pendampingan dari wali asuh dan wali asrama. Dukungan tersebut turut mengurangi kekhawatiran orang tuanya terhadap kebutuhan sehari-hari dan pendidikan Alwi.
Kehidupan berasrama juga menjadi bagian dari proses pendidikan. Siswa belajar hidup bersama, membangun kebiasaan, mengurus kebutuhan diri, dan menjalani rutinitas dengan lebih teratur.
Kepala SRD 4 Lombok Barat, Lilik Fadlilah, M.Pd., menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan membantu memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Program ini menyasar keluarga dalam kelompok kesejahteraan desil 1 dan 2. Penjangkauan dan asesmen dilakukan untuk memastikan calon siswa sesuai dengan sasaran program.
Pendekatan Belajar Disesuaikan dengan Kebutuhan Anak
Guru kelas II B, Lulu Qolbuani, S.Pd., mengatakan bahwa mendampingi siswa Sekolah Rakyat membutuhkan pendekatan yang lebih personal. Sebagian anak datang dengan ketertinggalan pembelajaran atau mengalami kesulitan dalam berinteraksi.
Ia menceritakan seorang siswa berusia sembilan tahun yang awalnya ditempatkan di kelas III berdasarkan usia, tetapi kesulitan mengikuti pelajaran. Setelah mempertimbangkan kebutuhan anak, sekolah memindahkannya ke kelas I agar kemampuan dasarnya dapat dibangun secara bertahap.
Perubahan mulai terlihat dalam kemampuan belajar dan interaksi sosial siswa tersebut. Ia yang sebelumnya kesulitan bergaul kini mulai bermain dan bercanda dengan teman-temannya, sementara kemampuan membaca, menulis, dan berhitungnya juga berkembang.
Pendampingan turut dilakukan wali asuh Ni Wayan Septia Ningsih. Menurutnya, perubahan perilaku anak membutuhkan kedekatan, kesabaran, dan pendekatan yang konsisten. Anak perlu diberi ruang untuk mengenali serta menyampaikan perasaannya.
Salah satu anak yang sebelumnya cenderung menyendiri dan mudah marah mulai mampu mengungkapkan perasaan dan meminta maaf melalui surat setelah menjalani pendampingan bertahap.
Menampung 100 Siswa Sekolah Dasar
Saat ini, SRD 4 Lombok Barat menampung 100 siswa jenjang sekolah dasar dari berbagai kecamatan di Lombok Barat. Kegiatan pembelajaran untuk jenjang tersebut sementara berlangsung di SKB Gunungsari.
Para siswa mendapatkan seragam, sepatu, perlengkapan belajar, fasilitas asrama, serta tiga kali makan utama dan dua kali makanan selingan setiap hari.
Sekolah juga mengembangkan pendidikan karakter dan keterampilan melalui sejumlah kegiatan, antara lain kolaborasi dengan Kadet Universitas Pertahanan, edukasi integritas bersama Komisi Pemberantasan Korupsi, serta praktik membuat es krim.
Hasil pembinaan juga terlihat dari prestasi siswa. Salah seorang peserta didik berhasil meraih juara III Olimpiade Matematika tingkat Provinsi NTB dan memperoleh medali perunggu. Prestasi tersebut membawanya mendapat kesempatan mengikuti kegiatan lanjutan di Bogor bersama finalis dari berbagai daerah di Indonesia.
Siswa Mulai Berani Merancang Masa Depan
Sabrina Aulia Putri, siswi kelas VI, mengaku bersyukur dapat bersekolah di SRD 4 Lombok Barat. Fasilitas dan kebutuhan pendidikan yang disediakan sekolah membantunya lebih fokus mengikuti pembelajaran.
Sabrina bercita-cita menjadi penulis sekaligus pengusaha agar dapat membanggakan orang tuanya. Ia juga mulai menaruh perhatian pada persoalan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan risiko banjir.
Pengalaman para siswa menunjukkan bahwa dukungan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan fasilitas dan kesempatan belajar. Lingkungan yang mendukung serta pendampingan yang sesuai kebutuhan juga membantu anak membangun kepercayaan diri, menjalin pertemanan, dan mengembangkan kemampuan.
Bagi Rima, Alwi, Sabrina, dan siswa lainnya, Sekolah Rakyat menjadi ruang untuk belajar dan menumbuhkan kembali keyakinan terhadap masa depan.
Sumber: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dinas Kominfotik NTB, Sekolah Rakyat Prabowo, Membuka Jalan bagi Mimpi Anak-Anak Miskin.