MotoGP Mandalika Libatkan 600 UMKM, Investasi Pariwisata NTB Jadi Sorotan

Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 menjadi momentum untuk mendorong ekonomi NTB melalui keterlibatan sekitar 600 UMKM, pengembangan fasilitas pariwisata, dan percepatan investasi di kawasan Mandalika.

MotoGP Mandalika Libatkan 600 UMKM, Investasi Pariwisata NTB Jadi Sorotan

LOMBOK TENGAH — Penyelenggaraan MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit menjadi salah satu momentum untuk memperkuat pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengembangan UMKM, investasi, serta penyerapan tenaga kerja lokal turut menjadi perhatian dalam pengembangan kawasan Mandalika.

Hal tersebut dibahas dalam konferensi pers di Media Center Indonesia, Sabtu (10/10/2026), yang menghadirkan Direktur Operasi Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Reza Warokka, dan Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola.

Troy menjelaskan, dampak ekonomi MotoGP perlu dilihat secara menyeluruh. Manfaatnya tidak hanya berasal dari transaksi di area festival, tetapi juga dari aktivitas hotel, restoran, transportasi udara, UMKM, dan sektor pariwisata lainnya.

“Dampak ekonomi MotoGP tidak hanya dilihat dari aktivitas di area festival, tetapi juga dari pergerakan sektor perhotelan, restoran, transportasi, UMKM, dan pariwisata. Kami berharap manfaat penyelenggaraan ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal,” ujar Troy.

Sekitar 600 UMKM Terlibat

Rangkaian festival yang menyertai MotoGP menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung. Sekitar 600 UMKM disebut terlibat dalam festival tersebut, yang juga menghadirkan penampilan Happy Asmara dan Judika serta berbagai hiburan dan pembagian hadiah.

Menurut Troy, pemantauan dampak ekonomi dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk survei sebelum acara. Aktivitas ekonomi diperkirakan masih berlanjut hingga dua atau tiga hari setelah penyelenggaraan, seiring pergerakan wisatawan dan penumpang pesawat.

Evaluasi dari penyelenggaraan tahun sebelumnya juga terus dilakukan, terutama pada aspek promosi, persiapan acara, dan penguatan kegiatan pendukung. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya tarik kawasan dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Investasi dan Fasilitas Pariwisata

Selain menggelar acara internasional, pengembangan Mandalika juga diarahkan pada peningkatan fasilitas pariwisata dan percepatan realisasi investasi. Pengembangan resor, hostel, restoran, serta fasilitas pendukung lainnya dinilai dapat menambah daya tarik kawasan bagi wisatawan dan pelaku usaha.

Troy menegaskan bahwa pengembangan kawasan perlu didukung kepastian pelaksanaan investasi. Penyerapan tenaga kerja lokal juga menjadi perhatian agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat.

“Pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada konten, aktivitas, dan fasilitas yang dapat meningkatkan daya tarik Mandalika. Percepatan investasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan kawasan,” katanya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan acara internasional dapat mendorong aktivitas pariwisata dan investasi. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi membutuhkan proses, kesinambungan program, dan kerja sama berbagai pihak.

Kolaborasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, investor, pelaku usaha, media, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan Mandalika.

Menurut Ananda, peluang investasi perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia lokal, dukungan fasilitas, serta iklim usaha yang mendukung keberlanjutan kegiatan ekonomi.

“Keberhasilan pengembangan kawasan tidak hanya bergantung pada modal, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia dan kolaborasi seluruh pihak. Sinergi tersebut diperlukan agar investasi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kawasan dan masyarakat,” ujar Ananda.

Melalui penyelenggaraan MotoGP, pengembangan fasilitas pariwisata, dan percepatan investasi, Mandalika diharapkan semakin berkontribusi terhadap perekonomian NTB. Penguatan UMKM dan penyerapan tenaga kerja lokal menjadi bagian dari upaya agar pertumbuhan sektor pariwisata memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Sumber: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, KominfotikNTB. Baca artikel sumber.

#NTB #Ekonomi #Kuliner #Event