Wawali Bima Tegaskan Komitmen Lestarikan Tradisi Pacuan Kuda

Wakil Wali Kota Bima Fery Sofiyan menutup lomba pacuan kuda di Arena Pacuan Kuda Sambinae dan menyatakan komitmen melanjutkan kegiatan serta membangun arena yang lebih representatif.

Wawali Bima Tegaskan Komitmen Lestarikan Tradisi Pacuan Kuda

KOTA BIMA — Wakil Wali Kota Bima Fery Sofiyan, S.H. menutup lomba pacuan kuda yang berlangsung di Arena Pacuan Kuda, Kelurahan Sambinae, Kota Bima, Minggu, 27 September 2026.

Lomba pacuan kuda tersebut telah berlangsung sejak 17 September 2026. Acara penutupan dihadiri sejumlah pejabat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pordasi Kota Bima dan Kabupaten Bima, TNI, Polri, para pemilik kuda, joki, serta masyarakat dan pecinta olahraga pacuan kuda.

Apresiasi untuk Panitia dan Peserta

Dalam sambutannya, Fery Sofiyan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan, termasuk panitia, Pordasi, Kodim 1608/Bima, unsur Polri, pemilik kuda, dan para joki.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan bekerja sama menyukseskan kegiatan pacuan kuda ini. Mulai dari panitia, Pordasi, TNI dan Polri, para pemilik kuda hingga para joki. Berkat kebersamaan dan kerja sama seluruh pihak, kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan sukses,” ujar Fery.

Ia juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat. Hal tersebut terlihat dari banyaknya warga yang memadati arena, terutama pada acara penutupan.

“Pelaksanaan pacuan kuda ini luar biasa. Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kita dapat melihat sendiri bagaimana masyarakat memadati arena pada hari penutupan. Ini menunjukkan bahwa pacuan kuda masih memiliki tempat yang kuat di tengah masyarakat Kota Bima,” ungkapnya.

Pacuan Kuda sebagai Tradisi dan Budaya

Fery mengatakan pacuan kuda tidak hanya menjadi kegiatan olahraga dan hiburan, tetapi juga bagian dari tradisi dan budaya yang memiliki nilai historis bagi masyarakat Bima.

Pemerintah Kota Bima berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan tersebut pada tahun-tahun mendatang agar tradisi pacuan kuda dapat diwariskan kepada generasi muda.

“Pacuan kuda ini bukan hanya olahraga, tetapi juga merupakan tradisi dan bagian dari budaya masyarakat Bima yang harus kita jaga dan wariskan kepada generasi mendatang. Karena itu, kami berkomitmen untuk tetap menyelenggarakan kegiatan ini pada tahun-tahun berikutnya,” tegasnya.

Rencana Arena Pacuan Kuda yang Lebih Representatif

Selain melanjutkan penyelenggaraan pacuan kuda, Pemerintah Kota Bima juga menyampaikan tekad untuk menghadirkan arena pacuan kuda yang lebih representatif dan permanen.

Menurut Fery, fasilitas yang lebih memadai diharapkan dapat mendukung keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat, baik penonton maupun pecinta olahraga pacuan kuda.

“Ke depan, in sya Allah, kita memiliki tekad untuk membangun arena pacuan kuda yang lebih representatif dan permanen. Dengan fasilitas yang lebih baik, kita berharap pacuan Kuda ini dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri atas dukungan pengamanan selama kegiatan berlangsung.

Sebagai bagian dari rangkaian penutupan, Fery Sofiyan menyerahkan penghargaan kepada para pemilik kuda yang berhasil meraih juara dalam lomba pacuan kuda.

Sumber: DISKOMINFOTIK Kota Bima, 27 September 2026.

#Bima #Kota Bima #Event