Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., memimpin rapat koordinasi Pemerintah Kota Bima di Aula Maja Labo Dahu, Kantor Wali Kota Bima, Senin (19/10/2026). Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah, staf ahli, asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala bagian, camat, dan lurah se-Kota Bima.
Dalam rapat itu, Wali Kota menyoroti tiga agenda utama, yakni persiapan penilaian Adipura, penanganan kekeringan dan kebutuhan air bersih, serta percepatan respons terhadap keluhan masyarakat.
Seluruh OPD Diminta Bersiap Hadapi Adipura
Wali Kota menegaskan bahwa menjaga kebersihan dan menata lingkungan bukan hanya tugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), melainkan tanggung jawab seluruh perangkat daerah.
Camat dan lurah diminta segera membenahi kebersihan serta kerapian lingkungan di wilayah masing-masing. Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian meliputi pasar, taman, perkantoran, pertokoan, dan jalan protokol.
Dengan waktu persiapan sekitar 10 hari menjelang penilaian, setiap OPD diminta bertanggung jawab atas lokasi yang berada dalam kewenangannya serta melaporkan perkembangan pembenahan. DLH juga diminta mempercepat identifikasi titik-titik yang masih bermasalah agar dapat segera ditangani.
"Persoalan Adipura adalah tanggung jawab kita semua. Saya minta seluruh perangkat daerah memberikan perhatian serius. Camat dan Lurah harus bergerak cepat sesuai wilayah masing-masing dan memastikan kebersihan lingkungannya," tegas Wali Kota.
Distribusi Air Bersih Diminta Dua Kali Sehari
Mengenai kekeringan, Wali Kota meminta agar penyaluran air bersih menggunakan mobil tangki dilakukan dua kali sehari untuk membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh air.
Camat dan lurah diminta aktif mendata wilayah yang mengalami kekurangan air, kemudian menyampaikan laporan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Koordinasi dengan perangkat daerah terkait juga perlu diperkuat agar kebutuhan warga terdata dengan baik dan penanganan tidak terlambat.
BPBD secara khusus diminta memastikan pemetaan wilayah terdampak dan kelancaran distribusi, sehingga bantuan air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Camat dan Lurah Diminta Tanggap Keluhan Warga
Selain kebersihan lingkungan dan kekeringan, Wali Kota menekankan pentingnya penanganan cepat terhadap keluhan masyarakat. Camat dan lurah diminta turun langsung ke lapangan untuk melihat persoalan warga dan mengambil langkah penyelesaian sebelum masalah berkembang lebih besar.
Menurut Wali Kota, kehadiran aparatur pemerintah di tengah masyarakat berperan penting dalam membangun kepercayaan publik. Karena itu, koordinasi antarperangkat daerah dan kepedulian terhadap persoalan warga perlu terus ditingkatkan.
"Lurah dan Camat harus hadir di tengah masyarakat. Kalian adalah ujung tombak pemerintahan. Turun langsung, lihat permasalahannya, dan segera atasi. Jangan sampai persoalan membesar baru ditangani. Saya minta bantuan dan kerja sama Bapak dan Ibu semua," pesannya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Wali Kota berharap seluruh perangkat daerah memperkuat kerja sama, menjalankan tanggung jawab secara disiplin, dan menindaklanjuti arahan dengan langkah nyata. Upaya itu diharapkan mendukung kebersihan lingkungan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, serta peningkatan kepercayaan terhadap pelayanan pemerintah.
Sumber: DISKOMINFOTIK Kota Bima