Pemerintah Kota Bima menghadiri kegiatan Road Show Online/Offline Positive Alternative Narrative Competition yang diselenggarakan The Habibie Center di Convention Hall Paruga Na’e, Kota Bima, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang penyerahan hadiah dan penghargaan bagi para pemenang kompetisi konten kreator dan narasi positif dengan tema “Kota Bima Bisa dalam Bingkai Toleransi, Antikekerasan, dan Harmoni Sosial”.
Hadir dalam kegiatan itu Staf Ahli Wali Kota Bima Bidang Kesra, Kemasyarakatan dan SDM, Hj. Suharni, SE., sejumlah kepala perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Bima, serta konten kreator, mahasiswa, pelajar, dan peserta lomba. Acara diawali dengan penampilan seni tradisional dari mahasiswa Universitas Ngusuwaru Bima, kemudian dilanjutkan laporan panitia oleh Rangga Babuju.
Generasi Muda Diajak Terus Berkarya
PIC Program Prokehesi Kota Bima dari The Habibie Center, Imron Rasyid, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Bima terhadap kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada tahun mendatang dan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan karya positif.
Imron juga mengingatkan peserta yang belum meraih penghargaan agar tidak berkecil hati. Menurutnya, kontribusi melalui karya positif tetap memiliki arti bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Pentingnya Toleransi dan Bijak Bermedia Digital
Staf Ahli Wali Kota Bima, Hj. Suharni, menyampaikan amanat Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE., yang tidak dapat hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam amanatnya, Wali Kota mengapresiasi The Habibie Center dan menilai generasi muda memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan daerah melalui konten digital yang positif. Ia juga mengingatkan masyarakat agar mampu memilah informasi dan menghormati perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Toleransi bukan berarti kita harus memiliki pandangan yang sama, melainkan bagaimana kita mampu menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara damai,” demikian amanat Wali Kota yang disampaikan oleh Staf Ahli.
Kompetisi ini mencakup tiga kategori, yakni umum atau publik, pemuda, dan pelajar. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menyebarkan narasi positif serta mendorong penguatan toleransi di Kota Bima.
Sumber: Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bima (DISKOMINFOTIK). Baca berita sumber.