Pemerintah Kabupaten Bima memperkuat upaya peningkatan mutu pendidikan melalui program penguatan literasi dan numerasi. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi rapor pendidikan daerah yang masih berada di zona merah.
Strategi tersebut dibahas dalam workshop penyusunan strategi implementasi penguatan literasi dan numerasi di satuan pendidikan prioritas yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Bima, INOVASI NTB, Kementerian Agama Kabupaten Bima, dan LPTK STKIP Taman Siswa Bima.
Kegiatan berlangsung di aula Kantor Kemenag Kabupaten Bima, Rabu (6/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, peningkatan literasi dan numerasi disepakati menjadi agenda prioritas pembangunan daerah.
34 SD Jadi Pilot Project
Program yang disusun tidak hanya berfokus pada hasil belajar siswa, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas guru dan kepala sekolah sebagai penggerak utama di satuan pendidikan.
Perwakilan INOVASI NTB, dr. Lalu Ari Irawan selaku ecosystem coordinator, menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan pembekalan teknis kepada 30 orang terkait penguatan numerasi dan literasi.
"Kita patut bangga karena Kabupaten Bima selalu melakukan akselerasi program dengan baik. Kerja kolaborasi antara dinas pendidikan dan LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) adalah kunci suksesnya transformasi ini," ujar Lalu Ari dalam sesi refleksi capaian pendidikan.
Sebanyak 34 Sekolah Dasar ditetapkan sebagai pilot project. Sekolah-sekolah tersebut akan menjadi model implementasi desain program yang mencakup pelatihan Training of Trainers atau ToT bagi pengawas, pelatihan baseline, hingga pendampingan belajar mandiri.
Penguatan Peran Kepemimpinan
Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Heriman, menegaskan bahwa arah kebijakan pembangunan pendidikan harus bermuara pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia atau IPM.
Melalui intervensi di tingkat satuan pendidikan, kapasitas siswa akan didorong menggunakan prinsip Taksonomi Bloom untuk mencapai kualitas belajar yang lebih tinggi.
"Kepemimpinan memegang peranan penting. Kita harus memastikan indikator pendidikan, terutama peningkatan usia sekolah dan kualitas belajar, tercapai melalui strategi yang terukur," tegas perwakilan Bappeda.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bima, Drs. Syahrul, menekankan bahwa implementasi program tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas dan berkarakter.
Dukungan juga disampaikan Kepala Kemenag Kabupaten Bima dan Ketua LPTK STKIP Taman Siswa untuk mendorong percepatan iklim ekosistem pendidikan yang transformatif.
Monitoring dan Evaluasi
Pemateri kegiatan, Muh. Ali Akrom selaku education coordinator INOVASI NTB, memaparkan rencana implementasi melalui siklus monitoring dan evaluasi atau monev.
Pengumpulan data awal atau baseline dan data akhir atau endline akan dilakukan untuk mengukur persepsi guru, pemahaman konsep, hingga pedagogical content knowledge.
"Tujuan kita jelas: meningkatkan kapasitas guru dalam menyampaikan materi, menguatkan peran kepala sekolah, dan menjadikan pengawas sebagai garda terdepan dalam pendampingan, bukan sekadar supervisi administratif," jelas Akrom.
Perhatian untuk Kecamatan Tambora
Dalam diskusi, perhatian juga diberikan kepada wilayah yang jauh dari pusat kendali, seperti Kecamatan Tambora, agar tetap terakomodasi dalam distribusi fasilitator.
Sebagai tindak lanjut, hasil program nantinya akan ditampilkan melalui Gelar Karya. Kegiatan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman antarwilayah sekaligus replikasi keberhasilan sekolah dalam meningkatkan kemampuan numerasi dan literasi siswa.
Penyusunan Rencana Kerja Sekolah atau RKS yang berbasis pada data monitoring dan evaluasi menjadi bagian dari tindak lanjut program penguatan pendidikan tersebut.
Sumber: Pemerintah Kabupaten Bima