Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., resmi membuka Pacuan Kuda Wali Kota Bima Cup Tahun 2026 di arena pacuan Kuda Sambina'e Kota Bima, Minggu (20/9/2026).
Ajang pacuan kuda yang menjadi bagian dari tradisi olahraga dan budaya masyarakat Bima tersebut diikuti 756 ekor kuda. Jumlah itu meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencatat 680 ekor kuda.
Ketua Panitia, Mayor Inf Asep Okinawa Muas, melaporkan bahwa Pacuan Kuda Wali Kota Bima Cup 2026 mempertandingkan 13 kelas. Penyelenggaraan dan hadiah perlombaan didukung anggaran melalui APBD Kota Bima sebesar Rp500 juta.
Peserta tidak hanya berasal dari Kota Bima dan Kabupaten Bima. Pemilik dan joki kuda juga datang dari Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Lombok, Kota Mataram, hingga Sumba, Nusa Tenggara Timur.
Pacuan Kuda sebagai Tradisi dan Budaya
Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dari berbagai daerah serta mengapresiasi pihak-pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Atas nama Pemerintah Kota Bima, saya mengucapkan selamat datang dan selamat bertanding kepada seluruh peserta pacuan kuda dari berbagai daerah,” ujar Wali Kota.
Menurutnya, pacuan kuda tidak hanya menjadi ajang perlombaan. Kegiatan tersebut juga memuat tradisi, kebanggaan, kecakapan, keberanian, dan identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Ini bukan hanya sekadar perlombaan. Di dalamnya ada tradisi, ada kebanggaan, ada kecakapan dan keberanian, serta identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Inilah kekayaan budaya yang akan terus kita kembangkan dari tahun ke tahun,” ungkapnya.
Rencana Dua Kali Penyelenggaraan pada 2027
Wali Kota juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena rencana pelaksanaan pacuan kuda sebanyak dua kali dalam setahun pada 2026 belum dapat direalisasikan.
Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran dan keterbatasan ruang fiskal daerah. Pemerintah Kota Bima berkomitmen mengupayakan pelaksanaan pacuan kuda sebanyak dua kali pada 2027 apabila kondisi fiskal daerah memungkinkan.
“Semula kita menjanjikan pacuan kuda dilaksanakan dua kali dalam setahun. Namun pada tahun 2026 baru dapat kita laksanakan satu kali karena adanya efisiensi anggaran. Insya Allah, jika ruang fiskal Kota Bima lebih baik, tahun 2027 kita akan melaksanakan dua kali dalam setahun,” jelasnya.
Wali Kota turut mengapresiasi panitia, Pordasi Kota Bima, Pemerintah Kota Bima, TNI/Polri, sponsor, peserta, masyarakat, serta seluruh pihak yang memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Ia berharap pacuan kuda dapat menjadi ruang kompetisi sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan.
“Pacuan kuda ini menjadi ruang bagi kita untuk bersilaturahmi, membangun kebersamaan dan memperkuat persatuan dalam membangun daerah yang kita cintai,” tuturnya.
Kepada para peserta, Wali Kota berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga keamanan dan kebersamaan selama perlombaan berlangsung.
Pembukaan Pacuan Kuda Wali Kota Bima Cup 2026 ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Wali Kota Bima, didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tamu undangan.
Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Bima