DPPKB dan Gerakan Genting Salurkan Bantuan Sanitasi untuk Keluarga Berisiko Stunting

DPPKB Kota Bima bersama Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting menyalurkan bantuan sarana sanitasi kepada keluarga berisiko stunting di Kelurahan Melayu.

DPPKB dan Gerakan Genting Salurkan Bantuan Sanitasi untuk Keluarga Berisiko Stunting

KOTA BIMA — Pemerintah Kota Bima terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui intervensi terhadap keluarga berisiko stunting (KRS), salah satunya dengan meningkatkan akses air bersih dan sanitasi yang layak.

Upaya tersebut dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bima bersama Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) melalui penyaluran bantuan sarana sanitasi kepada keluarga berisiko stunting di RT 10/RW 05, Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Rabu (16/9/2026).

Bantuan untuk Air Bersih dan Jamban Sehat

Kepala Dinas PPKB Kota Bima, H. Ichwanul Muslimin, SP., MM., menyampaikan bahwa bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan jamban sehat bagi keluarga berisiko stunting.

Sarana yang diberikan meliputi mesin pompa air, pemasangan instalasi keran air, serta rehabilitasi jamban sehat.

Untuk perbaikan jamban, bantuan material yang disalurkan berupa pintu WC galvalum, keramik, semen, pasir, hingga cat.

Melibatkan Berbagai Pihak

Bantuan tersebut dihimpun melalui swadaya jajaran Balai Penyuluhan KB Kecamatan Asakota, Kelurahan Melayu, pihak kecamatan, serta sejumlah mitra terkait.

Intervensi sanitasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga yang berisiko stunting di Kota Bima.

Intervensi Genting Menjangkau Ratusan KRS

Hingga saat ini, intervensi OTA Genting Kota Bima telah menyasar sejumlah keluarga berisiko stunting dengan berbagai bentuk bantuan dan edukasi.

  • 3 KRS untuk jamban sehat.
  • 220 KRS untuk nutrisi.
  • 1 KRS untuk air bersih.
  • 811 KRS melalui edukasi.

Keluarga penerima bantuan, Bapak Imran yang diwakili istrinya, menyampaikan rasa syukur atas bantuan dari pemerintah dan pihak terkait. Bantuan tersebut dinilai membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus meringankan beban ekonomi.

Sumber: Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kota Bima, 17 September 2026.

#Bima